August 6, 2015

Migrasi ke Linux : Distro Fedora 22



Gue bukan fanatik linux, yang selalu ngomporin orang buat beralih ke open source, karena memang gue sendiri baru aja kepengen buat beralih, sekarang sih masih gue bikin dual-boot. Gue belum bisa ngelepas windows, tapi memang karena software alternatif yang ada di linux masih belum memuaskan. Apalagi gue juga masih belum paham betul, tapi ya itu indahnya belajar hal yang baru. Sebuah petualangan baru, cerita baru.

fedora 22 Gnome
Fedora 22 GNOME DekstopEnvirontment


Awalnya dulu banget waktu gue masih baru masuk sma, gue pernah nyobain make salah satu distro linux ini buat ngambil data gue yang ada dihardisk, karena windowsnya gak mau nyala, udah buru-buru ambil datanya aja, saat itu gue mengenal linux dari banyak majalah dan tabloid yang bahas komputer dan gadget yang gue beli murah banget karena kadaluarsa (lewat sebulan). Yang gue coba waktu itu backtrack (sekarang namanya KaliLinux), karena kebetulan gue habis baca buku jasakom. Gue cobain dah booting live cd, gue masuk dan gue nyerah gitu aja..data gue gak keambil. Akhirnya gue memutuskan untuk make Hirens Boot CD karena ada windows versi mini yang bisa langsung dipake lewat cd juga tapi itu tools buat fixing problem doang. Untung gue dulu kolektor program. Haha, sekarang mah gue ogah, menuh-menuhin harddisk dan programnya juga selalu update, disimpen ujung-ujungnya juga bakal kadaluarsa, dan dipake juga cuma sekali dua kali.

Setelah itu sih awal masuk kuliah gue juga sempet teringat pengen nyobain lagi, dan gue waktu itu ketemunya sama webnya Ubuntu, waktu itu ada promo CD gratis, gue daftar, masukin alamat kos gue, dan gue gak nyangka sebulan kemudian itu cd nongol, Gue buru-buru hidupin laptop, masukin kaset, gue boot, pas udah masuk gue jadi bingung mau ngapain. Yaudah gue tutup lagi.

Pertimbangan gue dulu waktu itu kenapa berat banget buat menginstall linux secara permanen ke harddisk ada banyak. Yang paling utama adalah saat itu gue masih males banget berurusan sama namanya partisi hardisk yang ribet, apalagi resikonya data gue bisa hilang. Bener banget! Gue pengen dual-boot, dan itu gak semudah membalik bola kelereng. Gue mulai skeptis dengan dual-boot. Karena gue pada dasarnya denger kata-kata "partisi" aja gue udah jengah. Apalagii buat "install" permanen cuma linux doang. Semakin lama data-data gue di harddisk udah mau penuh aja, hasrat gue untuk nginstall linux semakin pudar. 

Why Now ? "Kenapa Sekarang memilih untuk mencobanya ?"
Memang udah waktunya, dan timingnya pun ngepas banget. Hardisk baru, masih kosong, dan bisa diatur-atur partisinya se-enak jidat, gak repot backup, dan yang paling penting gue udah menentukan distro yang akan gue pake, yaitu Fedora.

Udah banyak banget bukti yang memperkuat bahwa Linux memang "powerful", jadi jangan terus-terusan berpikiran bahwa kita hanyalah seorang konsumen ataupun user. Linux juga punya  kekurangan terhadap dukungan terhadap kompatibilitas perangkat keras (baca: hardware) yang baru saja muncul. Walaupun begitu linux terus dikembangkan, sehingga dukungannya terus berlanjut.

Referensi buat kamu yang masih ragu menggunakan linux mulai dari sekarang:
1. 40 Fakta Linux yang bikin kamu kaget.
2. 50 Tempat Linux digunakan yang gak akan kamu bayangin
3. Kenapa Linux Lebih Baik ? Bagi kamu yang Penasaran

Just Note :
Setelah gue mencoba fedora 22, gue teringat akan pentingnya untuk mempelajari perintah DOS, CommandPromt di windows. Dulu gue sempat kursus DOS waktu SMP, Aneh aja, sebenarnya sampe detik ini pun DOS sangat membantu gue untuk memberikan logika yang masuk akal saat gue menggunakan windows. Bahkan gue menghadapi kejamnya virus waktu dulu, cukup dengan modal commandprompt dan majalah komputer saat itu gue udah bisa bunuh proses virusnya tanpa pakai antivirus, karena emang waktu dulu pakai Antivirus berat banget, dan antivirus lokal semacam ANSAV, dan lain sebagainya itu gak mumpuni buat ngefix file yang terinfeksi virus. Alhasil sampe pernah kerna virus yang infeksi exe, semcam virus Sality, sampe akhirnya gue sampe sekarang percaya sama NortonAV, dan mulai gak pake antivirus apapun sekarang, cuma modal windows Defender doang.

Btw yang mau gue sampaikan disini, kalo lo semua udah familiar sama DOS ataupun CommandPrompt, gue rasa lo bisa lebih enak dan lebih cepat paham dalam install paket software yang ada di terminal linux. Gak usah takut sih, Linux sebenarnya udah sangat pinter, perintah installnya sangat powerfull dan cepet banget.


Why Fedora ?
Karena gue gak pengen make distro labil yang bisa kapan aja tenggelam dan hilang tiba-tiba. So, pengembangannya masih berjalan, dan update-update selanjutnya juga masih ada. Gue memilih yang komunitasnya besar, karena gue berasumsi penggunanya aktif dan gue gampang konsultasi kalo ada masalah waktu make fedora, kan gue masih baru. Bukan berarti yang lainnya gak bagus, tapi kalo bicara memilih distro ini emang masalah selera. Memilihnya berdasarkan kebutuhan, dan untuk memilih terkadang harus mencoba dulu untuk tahu feel-nya kita cocok atau tidak. Salah satunya yang gue seneng adalah fedora juga disupport RedHat. Fedora merupakan RedHat dalam mode "bleeding edge" yaitu penggunaan paket software dan update kernel terbaru. Sedangkan Redhat nunggu versi stable, alias udah diuji klinis! halah. Kalo CentOS malah nunggu RedHat terlalu stabil baru dia ngeluarin update. Stable yang gue maksud disini adalah tidak ada lagi bug dan semacamnya yang akan bikin error dan keamanannya terjamin deh.

Choose Dekstop Environments ?
Gue memilih GNOME, bawaan fedora 22. Gue juga baru nyoba, selain gnome, ada kde, lxde, unity, Xfce, cinnamon, mate, dsb. Dekstop Environment adalah tampilan user interface yang akan kita gunakan untuk berkomunikasi lebih mudah dengan sistem operasi. Kalo menurut gue yah, tampilan user interface yang diusung oleh GNOME ini lebih mirip ke arah MAC, dan KDE lebih mirip WINDOWS. Dari segi keringanan GNOME emang lebih ringan daripada KDE, tapi banyak orang senang memakai KDE karena dekstopnya emang bisa lebih cantik dan keren dengan efek-efeknya yang bikin takjub. Bahkan ada juga yang rela gak mau pake dekstop environtment, karena katanya buang-buang resource. Terserah lu deh, gue pake yang menurut gue nyaman.

Gue nonton MR. ROBOT , serial TV yang bercerita tentang hacker komputer. Salutnya gue ketika ceritanya memang membahas seluk beluk SysAdmin, rootkit, R.U.D.Y Attacks dan berbagai pola "password hacking" dengan visualisasi yang masuk akal. Dengan hanya bermodal internet informasi memang mudah didapatkan, bahkan menebak password dari media sosialnya saja cukup.

Di serial TV ini ada salah satu scene yang lagi ngomongin Dekstop Environtment, ini potongannya,
The guy come to the main characters worksplace, a bit amazed, says to Elliot (Rami Malek) "So I see you're running GNOME... You know, I'm actually on KDE myself, I know this desktop environment is supposed to be better (referring to GNOME), but, you know what they say, old habits, they die hard."
 Bagi lo yang lagi terdampar menggunakan LINUX, gue rekomendasikan film MR.ROBOT, atau kepada lo semua yang lagi skeptis dan negative thinking sama sosial media dan semacamnya. Maka ini adalah pembenaran yang cocok buat lo.  More Evidence about the correctness Mr.Robot Hacking with Linux



Then the journey BEGINS!
 * 5 Agustus 2015

1. Skema Partisi yang cocok buat Spesifikasi gue
Gue nginstallnya dengan menyediakan unallocated partition sebesar 100GB, rencananya mau gue bagi sesuai anjuran dari fedoraproject, rekomendasi skema partisinya bisa dilihat disini. Tapi, tangan gue gak kerasa udah ngeklik otomatis, gak di kustom dulu. jadi ya terserah aja 100 GB itu dibagi sendiri sama si fedora, dan yang gue sayangkan ditengah installationnya gue gak bisa batalin, karena gue mau ngatur partisinya biar kagak kebanyakan. Yasudahlah, berlalu sudah, gue terima jadi deh.

2. Setting Double Tap in Mouse Setting.
Setelah itu gue ngerasa gue gak bisa ngeklik dengan doubletap di touchpad mousenya, jadi gue setting di pengaturan mousenya gue centang dah. masalah mouse beres. Eksplorasi bentar.

3. Internet Connection Check!
Gue mulai mencari apa aja yang gak berfungsi hardwarenya, biar gue bisa install. Dan bener aja, gimana gue mau mulai, wong wirelessnya aja gak kedetek, modem bolt gue juga ikut gak kedetek. mau install, gue juga masih belum tau caranya.

Gue stuck disini...
Akan gue update perjuangan gue makai fedora disini, serta problem yang gue alamin waktu makainya serta penyelesaiannya yang gue pakai.

* 6 Agustus 2015

4. Cara nanya yang bener kepada pengguna fedora lainnya?
Kebanyakan dari kita akan ngomong, "ini kok wifinya gak konek, supaya konek gimana yah?"
Lo kira orang bakal paham sama yang lo omongin, yang ada lo akan dimaki-maki kalo sempet! :D
Pengguna linux bukan dewa, bukan dukun, yang bisa tau problemnya hanya dengan lo ngomong "gak konek". Biasanya tiap distro punya forum dan komunitas sendiri-sendiri kok dan kita bisa tanya sama mereka.

Misalnya kamu pengen nanya ke ask.fedoraproject.org

Caranya : kasih tau distro apa yang kamu gunain versinya, dan system yang kamu gunain dual-boot atau enggak, dan kasih tau juga sistem kamu make hardware apa aja, sesuai sama yang ditanyain.

ketik aja di TERMINAL  dan lampirkan hasil dari command dibawah ini.
$ lsusb
$ usb-devices
$ lspci -v
$ nmcli device status
$ dmesg

Gak usah dimasukin semua, ambil yang perlunya aja. Kalau pengen enak, coba dikasih kronologis gimana caranya kok bisa kena problem itu, dan pengennya kalian jelaskan dengan sejelas-jelasnya.

5. Solusi Koneksi Internet HP 4421s

[pre]
Bus 002 Device 005: ID 19d2:0016 ZTE WCDMA Technologies MSM
[/pre]

19d2 = Vendor

0016 = Download Mode

Mobile Broadband di Network Manager gak tampil?

$ systemctl start NetworkManager.service
$ systemctl enable NetworkManager.service
$ systemctl start ModemManager.service
$ systemctl enable ModemManager.service

Gak ngerti perubahannya ada dimana, hiks!

Kali ini ini gue mencoba untuk manfaatin wvdial,
gue atur
$ su 
$ gedit /etc/wvdial.conf


[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Modem Type = Analog Modem
ISDN = 0
Modem = /dev/ttyUSB0
Baud = 9600

[Dialer 3data]
Phone = *99#
Username = 3data
Password = 3data
; Username = 9180****** (If your provider use without Username)
; Password = 9180****** (If your provider use without Password)
Stupid Mode = 1
Baud = 460800
Init3 = AT+CGDCONT=1,"IP","3data"

; Init6 = AT+CGEQMIN=1,4,64,640,64,640
; Init7 = AT+CGEQREQ=1,4,64,640,64,640

$ wvdial 3data
$ wvdialconf create

malah muncul error...


[pre]
44:00.0 Network controller: Broadcom Corporation BCM4312 802.11b/g LP-PHY (rev 01)
DeviceName: WLAN
Subsystem: Hewlett-Packard Company Device 1508
Flags: bus master, fast devsel, latency 0, IRQ 19
Memory at d0300000 (64-bit, non-prefetchable) [size=16K]
Capabilities: [40] Power Management version 3
Capabilities: [58] Vendor Specific Information: Len=78
Capabilities: [e8] MSI: Enable- Count=1/1 Maskable- 64bit+
Capabilities: [d0] Express Endpoint, MSI 00
Capabilities: [100] Advanced Error Reporting
Capabilities: [13c] Virtual Channel
Capabilities: [160] Device Serial Number 00-00-00-ff-ff-00-ff-ff
Capabilities: [16c] Power Budgeting
Kernel driver in use: b43-pci-bridge
Kernel modules: ssb
[/pre]


SOLVED in FedoraForum here
Instalasi dependensi paket di fedora 22 pake DNF, bukan YUM lagi
instalasi lokalnya masih bikin gue bingung.

**update: 09 Agustus 2015 Installing Broadcom WiFi in HP 4421s
Gue sukses identifikasi driver broadcom di linux fedora, caranya gue install b43-fwcutter trus tinggal jalanin perintah

$ su
untuk masuk ke mode superuser, alias root. biar bisa install code
sebenarnya lebih enak pake sudo. cuman punya gue belum gue masukin group wheel jadi yaa..
install apa aja mesti masuk superuser mode dulu (root).

$ tar xjf broadcom-wl-4.178.10.4.tar.bz2
untuk mengekstrak isi dari file broadcom-wl-4.178.10.4.tar.bz2
kalo gue tinggal ekstrak di sembarang tempat di home trus copy foldernya dan paste as filename di terminal biar gampang.

$ cd broadcom-wl-4.178.10.4/driver
untuk masuk ke folder tempat file broadcom tadi di ekstrak (cd=change directory)
untuk keluar direktori ke awal tinggal ketik lagi aja cd
untuk lebih mudahnya habis copy foldernya lewat file manager, trus paste as filename
jadinya $ cd '/home/yuniorusop/broadcom-wl-4.178.10.4/driver'
tampilannya bakal

$ sudo b43-fwcutter -w '/home/yuniorusop/broadcom-wl-4.178.10.4/driver/wl_apsta_mimo.o'

Gue Reboot, trus muncul deh menu Wireless Connection, dan bisa deh make buat internet dengan jalur WiFi.

6. user not listed in sudoers in fedora 22?

Gue awalnya heran dengan tutorial orang-orang yang ada di internet, bayangkan gue disuruh ngetik sudo, apasih itu. ternyata itu perintah untuk menjadi superuser untuk satu aktivitas command, jadi setelah itu ya tetep jadi user biasa. Untuk fedora 22, untuk mengaktifkan fungsi ini, gue harus masuk dulu ke group wheel.. itu gue belum ngerti apaan. yang jelas akan gue perjelas kalo gue udah dapat wangsit kemudian.

$ su
$ usermod username -a -G wheel

https://fedoraproject.org/wiki/Configuring_Sudo

7. Internet sudah bisa konek, terus lanjut kemana?


Tambahkan RPMFUSION sebagai repository dalam pencarian software buat fedora 22, yang ini gue tinggal masuk aja ke webnya http://rpmfusion.org/Configuration/ trus download free sama yang non free trus gue install satu-satu lewat browser.

$ dnf update
gunanya buat update keseluruhan sistem mulai dari Kernel OS hingga ke software dan paket lainnya yang ada. Gue tekankan ini penting dilakukan pertama kali sebelum instalasi paket-paket lainnya. !!!

$ bash -c 'su -c "curl https://satya164.github.io/fedy/fedy-installer -o fedy-installer && chmod +x fedy-installer && ./fedy-installer"'
kalo ini gunanya buat install fedy, semacam software buat mempermudah kita buat install software yang mestinya kita pake, kayak multimedia codecs, flash player, Java JRE, dan tweaks yang akan bikin kamu gak ribet mikirin mau install apaan, karena programnya bikin model GUI.
gue sarankan elu semua waktu mau jalanin fedy lewat terminal aja dengan cara masuk root trus ketik aja fedy.

$ dnf groupinstall "C Development and Libraries"
ini penting banget daripada elu semua waktu mau install software ntar disuruh download c compiler yang elu juga gak paham gimana-gimanaya. Gue memutuskan install ini buat mempermudah gue buat install libusb-devel, dan install usb-modeswitch yang bakalan berguna buat modem ZTE MF825A gue.


8. Membuat Local Repository? Pentingkah?
Paling berguna disaat kita pengen install sesuatu tidak selalu konek dengan internet, disaat internet gak bisa kita jangkau. Local Repository ini sangat berperan sebagai server untuk menginstall berbagai paket software yang akan kita pakai nantinya, Gue sih sebenernya pengen membuat repositori lokal biar enak install sesuatu aja. Apalagi kalo temen-temen ataupun komputer, notebook dirumah dan dikantor anda juga memakai fedora, boros banget kan untuk install paket software satu aja untuk semua komputer harus dilakuin hal yang sama dan disamping itu juga boros bandwith dan tidak efektif untuk mengupdate dan menginstall banyak komputer sekaligus. Namun jika koneksi dan bandwith anda sangat besar, gue gak tau gimana caranya sekarang. tapi secara logika gue, satu komputer bisa dikoneksikan kesemua komputer dan melakukan perintah yang sama dari komputer pertama. Ini mungkin lebih ke ilmu SysAdmin dan Teknisi Jaringan.

Langkahnya ada yang menggunakan perintah reposync, tapi terakhir kali gue mencoba untuk bikin repo lokal, gue nyerah, masalahnya logis, datanya gak bisa di reuse terus, dan gampang kadaluarsa, sama halnya kayak gue koleksi program dulu. Cukup sampe disini deh lo. Kalo ntar lo pengen ngopas repositorinya mending lo ngomong sama bagian TI dikampus lo, supaya bikin repository pake server kampus. haha


-------------------------

Kalo lo belum nyoba, minimal 3 Bulan deh, baru komentar jelek-jeleknya, oke bos!

-------------------------


Program / Software Apa aja sih yang bisa dipake?

Btw, gue juga sebenernya pengen posting tentang paket software yang gue pakai di Fedora gue, tapi ntar blog gue keluar jalur, jadi blog linuxers! haha. Maka dari itu setiap posting tentang linux berhubungan dengan pemakaian fedora 22 ini akan gue posting disini.

Paket Software yang gue pake di LINUX, Fedora 22 Gue udah Kernel 4.1.6.200 (2 September 2015), Cepet banget update kernelnya dipake yah. Oke ini listnya

1. Gue seneng desain dan gambar-gambar sketsa sesuatu, dulunya gue pake CorelDraw, dan super jarang pake Adobeillustrator, maka dari itu supaya gue gak gambar di Paint! ealah... Paint ga ada..di Fedora. adanya juga MyPaint, mirip sih. Untuk meneruskan minat gue yang gambar-gambar gak jelasnya bisa di convert ke vektor jadi gue pake InkScape! Woohooo untuk editing bitmap yang sering dulu pake photosop, gue alihkan sekarang pake GIMP! Yeahhh.

2. Karena gue lagi bikin projek tentang template blog ini dan lagi belajar di codecademy.com tentang web developer. Gue perlu text editor buat nulis kode, makanya gue pake Atom, Bracket, dan Sublime Text. Gue cari yang mainstream soalnya cari yang kaya akan plugin, kan gue gak jago, minimal bisa ketutup dikit lewat plugin-plugin ini. heheh

3. Soal musik gue gak bisa ngomong banyak, dasarnya gue emang seneng denger lagu alias cuma penikmat musik yang rada akut! Soalnya gue pilih-pilih banget sama lagu yang gue denger, dan banyak temen gue yang bilang, lagu yang gue dengerin itu bahkan gak pernah didenger oleh mereka, tapi malah mereka bilang lagu-lagunya bagus. Oke lah, kebetulan aja gue nemu list lagu-lagu setipe selera gue. Congrats last.fm! Eits, yang gue pake buat organisir semua koleksi lagu gue yang ratusan giga itu gue pake Clementine & Tomahawk. Kalo soal nonton film sih, gue gak ribet kayak gue denger musik, minimal playernya bisa edit tampilan subtitlenya jadi Segoe Print trus warnanya gue jadikan kuning dengan outline warna hitam. so gue pilih VLC.

4. Untuk mempermanis tampilan sih gue cuma pakai Gnome-tweak-tool trus pake dock yang mirip OSX itu, si Docky dan Cairo-Dock ataupun si Plank, pilih aja salah satu. Themenya juga bisa diganti-ganti, dan icon pun gue ganti. Masalah wallpaper, gue cuma cari wallpaper di wallbase.cc yang udah ganti jadi wallhaven sekarang.

5. Untuk software-software buat lo ngerjain naskah ketikan sih lo bisa pakai LibreOffice, udah bawaan dari sononya, kalo lo pengen mengenal layouting juga gue sarankan lo mulai belajar bahasa LaTeX, atau lo niat pake Scribus!

Linux gak stagnan! dia terus memunculkan update terbaru, dari berbagai distro yang gue liat, yang paling keren itu ArchLinux (Lo ngomong pake sistem ini aja udah seketika GAUL meningkat 1000%), karena kita gak perlu ganti-ganti versi sistem, layaknya fedora ini, contohnya: gue make fedora 22, dan ketika 9 bulan kemudian fedora 23 muncul. otomatis gue lebih milih clean install daripada upgrade lewat FedUp dan lainnya lewat fedora 22 gue. Walaupun sama saja bisa update langsung. Gue lebih milih ArchLinux deh buat di install kedepannya. Sementara gue mau menikmati indahnya fedora aja. Apa gue triple boot aja yah, Windows 7, Fedora 22, sama ArchLinux, kayaknya keren deh yah. Mau gue cobain lewat virtualbox takutnya laptop ini nangis ntar.

***

Kalo lo terpengaruh oleh postingan gue untuk pindah, mending lo pikirin lagi, gue gak bermaksud menjerumuskan, tapi mengarahkan elo untuk mencoba jalan lain yang bakal gak nyaman banget. Titik kesuksesan kan katanya diluar batas nyaman kita. Betul ga~

Update : 24 Agustus 2015 - Fedora 23 Alpha Version is Coming out
Fedora 23 Alpha is here!

Update: 23 Oktober 2015
Udah gue cobain, ternyata balik lagi ke kebiasaan gue, buka windows! DAMN!
bahkan akhir-akhir ini gue juga nyobain github pages buat ngehosting jekyll, tapi apa yang gue lakuin? Gue buka windows, install ruby, python, dan dependencies lainnya. Berhasil? Gak! Gue ditolak mentah-mentah gara-gara versinya yang gak kompatibel. Yaudah..

Kenapa gue gak pindah ke Fedora 100%, alasannya klasik. PROGRAM!
gue biasa make CorelDraw buat bikin desain-desain gue, jadi pas gue nyoba pake inkscape, gue jadi semacam kena sindrom gaptek maksimal, hiks!

Ini juga salah satu yang gue gak suka, setiap orang direnggut kebebasannya saat gue udah terbiasa dengan program itu, jadi kalo gue mau make CorelDraw gue harus balik ke Windows!
Why Any developer dont make it Cross OS, jadi lintas sistem masih bisa makai? ayo dong bos..
Pake emulator maksa banget sih, kalo linux masih semangat make WINE atau OSX yang masih setia dengan CrossOver-nya, gue rasa entah itu kesalahan developer atau konsumen juga gue gak gitu paham. Yang pasti namanya user kayak gue, maunya gue bisa milih program itu jalan dimanapun gue mau.





  • Referensi:
    Download Iso Fedora 22 Workstation
    Ask FedoraProject
    Komunitas Fedora™ Indonesia
    Official Fedora Indonesia - Komunitas Resmi Fedora

  • 16 comments:

    1. aku justru keder pake linux, mungkin ga biasa kali y

      ReplyDelete
      Replies
      1. namanya perubahan itu gak mudah, apalagi udah kebiasaan. Aku aja masih dual-boot kok.
        aku sih baru aja nyobain permanen di install, tapi yahh.. sekarang masih berlangsung pembelajaran, petualangan, dan cerita baru..

        Kalo milih Linux mending cari deh video Linux for Hank di youtube..

        Delete
    2. alhamdulillah udh problem solved yaa masalah koneksi internetnya baik modem ZTE maupun kartu broadcom-wl. Sip sip.

      pengalaman pribadi, saya update fedora 21 ke fedora 22 gak ada masalah dengan NetworkManager USB modem. Ketika Fresh instal fedora 22, eh ternyata fedora22 gak ngedukung mdem usb sepertinya. Jadi saya pilih install ulang dengan fedora 21 lalu update ke fedora 22, agar NetworkManager bisa baca modem USB tanpa pake wvdial lagi.

      Lalu untuk localinstall (namafile).rpm
      bisa pake "sudo dnf install (namafile).rpm", asal konek ke internet, nanti dnf akan mencari dependency (kalo butuh depedency) secara otomatis. Ini salah satu kelebihan dnf.

      secara pribadi saya lebih suka menggunakan dnf di fedora ketimbang apt di ubuntu. karena dnf lebih rapi dan easy listening di mata. Coba perhatikan atau search di google. perbedaan dnf klo install aplikasi dengan apt klo install aplikasi. Susunan tulisan di terminalnya lebih mudah dibaca dnf di fedora.

      cmiwwww

      ReplyDelete
      Replies
      1. sebenernya wifinya doang sih barusan, ztenya gak konek ya gara-gara dulu modif biar jadi dial-up(gak pake webgui) ada file yg saya pindahin cek ini http://www.draisberghof.de/usb_modeswitch/bb/viewtopic.php?f=3&t=2370&sid=77f54f255b298dcb0aa2875a40cebedc

        local installnya kalo RPM yang di koji.feoraproject itu gak bisa yah langsung di install?
        kalo DNF, aku ada baca-baca dikit sih, memang lebih bagusan skrg daripada YUM,

        Delete
      2. barusan praktek dan berhasil. Untuk meng-enable kan Modem Broadband Manager (ModemManager) pada NetworkManager di Fedora22.

        Buka terminal dan ketik
        sudo systemctl start ModemManager (enter) -> Untuk menyalakan Menu Modem Manager pada NetworkManager

        sudo systemctl enable ModemManager (enter) -> Untuk meng-enablekan ModemManager pada NetworkManager setiap kali booting, jadi gak perlu repot2 start ModemManager.

        kalo untuk dialup pake webgui, saya kurang paham, maaf yaa hehe

        klo untuk localintall di koji.fedoraproject.org saya kurang paham.
        tapi saya sudah coba yang begini.
        Contoh kasus penginstalan RPM Fusion,
        pada fedora 21 dan masih menggunakan yum
        -----------------
        sudo yum localinstall --nogpgcheck http://download1.rpmfusion.org/free/fedora/rpmfusion-free-release-$(rpm -E %fedora).noarch.rpm http://download1.rpmfusion.org/nonfree/fedora/rpmfusion-nonfree-release-$(rpm -E %fedora).noarch.rpm
        -----------------

        lalu untuk di fedora 22 dengan dnf, saya cukup mengganti yum dengan dnf dan menghilangkan kata local pada localinstall
        -----------------
        sudo dnf install --nogpgcheck http://download1.rpmfusion.org/free/fedora/rpmfusion-free-release-$(rpm -E %fedora).noarch.rpm http://download1.rpmfusion.org/nonfree/fedora/rpmfusion-nonfree-release-$(rpm -E %fedora).noarch.rpm
        ------------------

        dan berhasil.

        Delete
      3. iya sih, udah saya cobain juga installnya..sama enable modemmanager sama enable network manager..
        emang gak pengaruh sama modem zte ini. kalo hape gue aja masuk dan muncul jadi modem bisa,

        kalo install rpm, juga ada versi yg bilang pake sudo -Uvh namafile.rpm

        wah, udah senior nih make fedoranya, gak pengen merambah ke arch linux?

        Delete
    3. sempet jatuh cinta sama OS yg satu ini....tp sekarang udah lama gak pake linux....btw distro linux ada berapa ya lupa gue...

      ReplyDelete
      Replies
      1. ada banyak kalo distronya, gak keitung, tapi kalo mau tau bisa masuk ke distrowatch.com

        Delete
    4. Kebetulan banget di kantor pakenya linux, dan berasa banget bedanya sama spv yang pake windows... selain lebih bisa buka dan ngejalanin banyak App, linux juga lebih ramah buat ngolah data ... cuma kalo di laptop masih belom berani ganti ke linux karena tugas kampus rata-rata pakenya windows :( ...

      ReplyDelete
      Replies
      1. wah, kantor mana tuh? keren betul.
        gue juga barusan pake linux, belum dipake ngolah data apa-apa,
        cuma office doang sama brackets ni yang sering kepake.

        hmm, gue aja masih gue bikin dualboot! jadi windowsnya masih ada! buat jalanin autocad sama staad doang.

        impresi pertama gue sih sampe sekarang walaupun udah banyak banget paket software yang gue install di fedora ini, gak pernah not responding dan nyala matinya juga cepet banget, gak kebayang kalo dipakein hardisk SSD.

        heran juga yah, kebanyakan edukasi TIK di indonesia dari sd, smp, sma, dikenalin sama windows, linux akan berkembang kalo udah dari dini gunainnya. jadi ya disekolah diajarinnya pake linux. beres! *bisikin guru2 TIK dan Lab Komputer sekolah2*

        Delete
      2. Kantor gw bidang farmasi , dan emang udah terkenal karena pengunaan linuxny :3

        Nah masalah edukasi , mungkin karena bacground pendidikan gurunya juga ngga terlalu diajarin mendalam , ya semacam mendarah daging tentang windows , padahal linux kan gratis asal rajin ngupdate aja ...

        Udeh sop, gih jadi pelopor Linux untuk pendidikan ^^v

        Delete
      3. wahh, harus ditularin tuh ke kantor2 lain, biar hemat biaya lisensi. :P

        ini berarti gurunya ikut ngedoktrin secara gak langsung buat pake windows yah, soalnya waktu ulangan dulu, gak ada tuh pertanyaan "linux", palingan yg ada juga masi umum, kayak sebutin nama macam2 OS? Software Edit Gambar apa?"
        seratus persen gue sih yakin kalo gue nanya pertanyaan ini ketemen gue. jawabannya cuma Windows dan Photshop, haha

        gue mengawali dengan meracuni temen2 gue dulu. pelopornya sih banyak sekarang, dulu mulai dari majalah-tabloid juga nyebarin juga, berkembangnya ya emang tergantung lingkungan. kalo ambil jurusan semacam TI, ILKOM, dan sejenisnya gue rasa udah ngerti kok, malah parah banget kalo gak ngerti makenya.

        Enaknya kalo linux diajarin di tempat yang emang lingkungannya mirip sama asrama, yg gak bisa pulang dan keluar malem2 dan gak tau apa2 lagi selain linux wkwkw. :D

        Delete
    5. Gue nyaman pake Ubuntu, pertamanya sih pake Fedora.

      ReplyDelete
      Replies
      1. iya gue liat juga ubuntu paling banyak yang make, terutama turunannya Linux Mint. Di distrowatch top 1 dia. dulu juga pernah nyobain ubuntu, sebelum jadi unity DE-nya.

        emang milih distro apa aja yang bedain cuma instalasi paket softwarenya doang, kan interfacenya ubuntu pake gnome atau yang lain kan rasanya sama aja. emang selera doang yang bedain. softwarenya juga lintas distro juga bisa. bisa jadi ini juga yang bikin orang enggan pindah ke linux, karena kebanyakan nama-nama baru, padahal kan cuma turunannya aja yang di modifikasi.

        Delete
    6. Artikel yang bagus sekali. Satu artikel menjelaskan sebelum, ketika, dan sesudah migrasi. Semoga saya sempat masukkan ke blog bermigrasi.wordpress.com. Terima kasih.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Thanks!
        ini masih berlanjut juga kok tulisannya, sekarang lagi didraft terus sih, belum kelar diketik.
        silahkan dimasukin, siapa tahu banyak orang jadi tergoda..hehe :P

        Delete

    Ketika sebuah kalimat membentuk untaian makna baru, maka sebuah simbol akan terlihat.